BUMD Agrobisnis Banten Ditargetkan Tahun Ini Terbentuk

Tidak ada komentar 2 views
banner 468x60


SERANG, (KB).- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Agrobisnis milik Pemprov Banten ditargetkan tahun ini sudah terbentuk. Pembentukan BUMD tersebut dinilai penting. Salah satunya untuk menekan inflasi di Banten yang saat ini berada diatas rata-rata nasional.

Selain bisa meningkatkan kesejahteraan para petani di
Banten, pembentukan BUMD Agrobisnis tersebut dianggap memiliki nilai tambah
dari produksi pertanian dan menjadi salah satu bagian dari solusi menekan laju
inflasi daerah di Provinsi Banten.

“Kita targetkan terbentuk tahun ini. Sekarang menunggu
persetujuan DPRD Banten karena masih dilakukan pembahasan di panitia khusus
(Pansus),” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)
Provinsi Banten Babar Suharso, Senin (11/3/2019).

Ia mengatakan, pembentukan BUMD Agrobisnis tersebut harus
masuk dalam RPJMD Provinsi Banten 2017-2022, sehingga perlu dilakukan perubahan
RPJMD untuk memasukkan program pembentukan BUMD Agrobisnis tersebut. Dengan
demikian, pembentukan BUMD Agrobisnis tersebut seiring dengan perubahan RPJMD
Banten yang perlu mendapatkan persetujuan DPRD, ujarnya.

“Permasalahan di Banten ini dari sisi pasokan kebutuhan
pokok dan juga kelancaran distribusi. Maka pembentukan BUMD Agrobisnis, pasar
induk dan pergudangan bisa menjadi solusinya. Termasuk Dinas Pertanian akan
membentuk ‘Rice Centre’ di Pandeglang, bisa menjadi solusi dari permasalahan
ini,” kata Babar usai rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah
(TPID) Provinsi Banten, Senin (11/3/2019).

Babar mengatakan, saat ini inflasi di Provinsi Banten masih
berada diatas rata-rata nasional. Salah satu faktornya karena pola konsumsi dan
daya beli masyarakat terutama terhadap produk makanan jadi yang selau menjadi penyebab
terjadinya inflasi di Banten. “Kalau saat ini penyebabnya juga karena
kenaikan tiket pesawat, kenaikan tol dan juga BBM,” katanya.

Oleh karena itu, dibutuhkan peranan semua pihak terutama
yang termasuk dalam tim pengendali inflasi daerah atau dinias-dinas. Salah satu
program yang dilaksanakan di Banten adalah dengan memperbanyak warung-warung
kebutuhan pokok yang bisa mendekatkan kepada masyarakat salah satunya dengan
memperbanyak Toko Pangan Kita (TPK) yang diselenggarakan bulog dengan mitra-mitranya.
“Program di lapangan untuk menekan inflasi itu yakni pendekatan sebaran
toko pangan yang banyak. Ini juga dilakukan oleh FSPP dan juga Baznas,”
ujarnya.

Ia mengatakan, rapat kordinasi tim pengendali inflasi daerah (TPID) yakni untuk finalisasi penyusunan ‘road map’ TPID Banten yang disesuaikan dengan pusat melalui empat pendekatan yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. “Masing-masing dari hulu ke hilir dalam masalah penanganan urusan pangan ini harus berjalan dengan baik,” kata Babar. (KO/Ant)*



Source link

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
author
Penulis: