BI Siapkan 104 Titik Penukaran Uang di Wilayah Banten

Tidak ada komentar 2 views
banner 468x60


Pejabat Sementara Kepala KPW BI Banten Erry P Suryanto memberikan keterangan pers kepada awak media terkait layanan sistem pembayaran dalam rangka Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2019 di Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten, Jumat (17/5/2019).*

SERANG, (KB).-Bank Indonesia Kantor Perwakilan (Kpw) Provinsi Banten menyiapkan
Rp 2,56 triliun uang kartal dengan lebih dari 104 titik penukaran uang di
wilayah Provinsi Banten, diantaranya 44 titik penukaran melalui kas keliling BI
dan 60 titik lainnya melalui kantor perbankan yang ditunjuk oleh masing-masing
bank.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Kpw BI Banten, Erry P
Suryanto mengatakan, BI Banten bersinergi bersama 27 bank yang berkantor di
wilayah Provinsi Banten dalam memberikan layanan penukaran uang kepada
masyarakat secara lebih luas dan mudah dijangkau. Khususnya bagi masyarakat
yang berada di wilayah Tangerang Raya, Kabupaten/Kota Serang, Cilegon,
Pandeglang dan Lebak.

Ia mengatakan, kebutuhan uang kartal secara nasional pada
periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini diperkirakan sebesar Rp 217,1 triliun
atau tumbuh sekitar 13,5% year on year (yoy) dibandingkan periode tahun lalu.
Kenaikan ini dalam rangka mengantisipasi kebutuhan pada libur panjang serta
kenaikan gaji dan pembayaran THR ASN maupun pegawai swasta.

“Sedangkan untuk Provinsi Banten, diperkirakan sebesar
Rp 2,56 triliun atau tumbuh sekitar 26 persen (yoy) dibandingkan periode tahun
lalu dengan perkiraan kebutuhan penukaran masyarakat sebesar Rp 21,3
milyar,” katanya saat konferensi pers di Gedung BI Banten, Jumat
(17/5/2019).

Ia mengatakan, pelaksanaan penukaran bersama Bank Indonesia dengan tujuh perbankan akan dilaksanakan di Alun-alun Kota Serang mulai tanggal 23, 24, 27 dan 28 Mei 2019. Sedangkan untuk di Alun-alun Kota Cilegon, pada tanggal 27 dan 28 Mei 2019, dan masing-masing mulai pukul 09.00 sampai dengan 13.00 WIB.

“Kalau Kemarin penukaran kami batasi sebesar Rp
3.750.000 kini lebih besar. Yaitu, Rp 4.000.000 dengan komposisi, besaran Rp 10
ribu sebanyak Rp 2 juta, besaran Rp 5 ribu sebanyak Rp 1 juta, dan besaran Rp 2
ribu sebanyak Rp 1 juta. Adapun untuk urutan pecahan lain lainnya sesuai dengan
persediaan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, dengan memperbanyak titik penukaran uang
Indonesia, mendorong masyarakat menukarkan uangnya di lokasi penukaran resmi
untuk mencegah resiko uang palsu sekaligus menjaga kualitas uang. “Untuk
masyarakat, kami imbau agar selalu memperhatikan ciri keaslian rupiah dengan
dilihat, diraba dan diterawang. Serta untuk merawat uang rupiah dengan cara 5
J, yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan
Jangan Dibasahi,” katanya.

Sementara, Area Head Bank Mandiri Cilegon, Antariksa Gumelar
mengatakan, pihaknya menyediakan cabang piket. “Kami menyediakan atau
mengoperasionalkan cabang piket. Jadi selama satu minggu itu buka untuk wilayah
Cilegon dan Serang. Namun untuk tanggal, saya belum tau pasti, nanti akan
diinfokan kembali,” katanya.

Dari sisi ATM, ia menjelaskan, kalau Bank Mandiri memiliki
247 Mesin ATM yang tersebar di Banten, serta menyediakan uang sebesar Rp 556
miliar khusus di mesin ATM. “Untuk uang sudah disedian, Rp 556 miliar.
Jadi tidak perlu khawatir ATM akan kosong,” ucapnya.

Terkait dengan uang eletronik, pihaknya juga telah menyiapkan sebanyak 20 ribu kartu e-money. “Untuk di merak kami sudah siapkan 20 ribu kartu, untuk antisipasi apabila pemudik membutuhkan kartu itu. Top up bisa digunakan di minimarket,” katanya. (Rizki Putri/KO)*



Source link

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
author
Penulis: