Hal Ini Bisa Bikin Jiwamu Jauh dari Kata Lega

Tidak ada komentar 2 views
banner 468x60


Ilustrasi – foto istimewa IDN Times

Jiwa yang punya perasaan lega adalah jiwa yang bebas dari penyakit hati. Kamu baru bisa tahu hatimu berpenyakit atau enggak saat kamu diuji. Entah ujian itu berupa masalah atau pun keberlimpahan harta dan sanjungan. Caramu menghadapinya berpengaruh pada kedamaian hatimu sendiri. Saat kamu salah menyikapinya, ujung-ujungnya kamu sendiri yang rugi.

Berikut beberapa hal dalam hidup yang bisa membuat jiwamu sulit merasa lega dan bahagia.

1. Jauh dari Tuhan dan mengandalkan segala pilihan hidup atas nafsu sendiri

Kamu mungkin merasa senang saat bebas melakukan apa pun yang kamu mau. Tapi kenyataannya gak semua nafsu, baik untuk dituruti. Tuhan paling tahu apa yang terbaik untuk ciptaanNya. Dia memberi petunjuk supaya manusia gak salah melangkah dan merugikan dirinya sendiri.

Semakin kamu jauh dari ajaran Tuhan, semakin kosong pula tujuan hidupmu. Padahal kelegaan hati bakal hadir saat kamu yakin kalau apa yang kamu lakukan itu baik dimata Tuhan. Kamu merasa lebih terberkati atas setiap lelahmu. Teruslah berusaha mendekat pada Tuhan, sebab Dia sebaik-baik penunjuk jalan.

2. Hanya fokus pada kebahagiaan dan kepentinganmu

Kalau jiwamu merasa kosong padahal kamu punya segalanya, boleh jadi penyebabnya karena selama ini kamu hanya mementingkan kebahagiaanmu sendiri. Yang penting urusanmu lancar, yang penting hartamu bertambah, yang penting kamu gak dirugikan, selalu begitu! Kamu hampir gak pernah mendahulukan kepentingan orang lain. Apalagi menolong mereka yang membutuhkan.

Kalau hidupmu terus seperti ini, rasa bahagiamu gak bakal pernah berujung. Kamu akan terus mencari dan mencari rasa bahagia yang lain, seolah apa yang kamu miliki gak cukup. Padahal sumber kebahagiaan itu teramat dekat, yaitu membahagiakan orang lain. Inilah kebahagiaan yang benar-benar membuat jiwamu lega.

3. Meraih keberhasilan dengan cara curang

Entah itu lewat kebohongan, tipuan atau tindakan gak jujur. Sampai kapan pun, hati kecilmu bakal mengingkari prestasi yang kamu raih. Disatu sisi kamu mungkin merasa senang, tapi disisi lain jiwamu resah dan gak tenang. Lalu, saat semuanya berjalan di atas kecurangan, apa kamu yakin hasil akhir dari tujuanmu bakal tercapai?

Ingatlah, sesuatu yang diawali dengan cara salah, biasanya juga berakhir dengan kesalahan yang menggagalkan impianmu. Gak ada usaha yang paling melegakan hati selain usaha yang diiringi kejujuran. Seperti apa pun hasil akhirnya, jiwamu tetap lega dan puas karena kamu menjadi dirimu yang sesungguhnya.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Menulis Buku Harian Bisa Membantu Melegakan Pikiran

4. Merasa malu dan gak bisa menerima keadaan diri

Ini yang bikin nyesek, sebab kamu terperangkap dalam kondisi yang kamu benci. Misalnya saja kamu malu pada keadaan keluargamu yang miskin atau mungkin kamu benci pada bentuk wajahmu sendiri. Ada juga seorang istri yang malu pada tetangganya karena rumahnya jelek. Alhasil, si istri itu menumpuk hutang untuk renovasi rumah dan membeli furniture mahal.

Hidup dalam drama semacam ini, sangat sulit membuat jiwamu damai sebab kamu terus terjerat untuk menutupi ketidakmampuanmu. Jangan menyiksa diri! Cobalah untuk menerima dirimu apa adanya. Syukurilah apa yang kamu miliki sesederhana apa pun itu. Tengoklah orang-orang yang hidupnya gak seberuntung kamu.  Pasti masih ada yang bisa kamu syukuri sekecil apa pun itu. Kalau kamu saja sulit menghargai diri sendiri, gimana orang lain bisa menghormatimu?

5. Terlalu perhitungan dan takut rugi

Kalau kamu butuh berpikir puluhan kali saat  dimintai tolong, itu artinya kamu termasuk kategori ini. Terlalu banyak berhitung menandakan kalau jiwamu selalu waswas dan sulit berteman dengan kata ikhlas. Kalau belum apa-apa kamu sudah takut kerugian, itu artinya jiwamu jauh dari perasaan lega.

Konsep ‘memberi bisa membuatmu makin banyak diberi’, wajib kamu perdalam lagi deh! Gak perlu perhitungan dalam menolong orang lain. Apa yang kamu berikan, entah itu waktu, tenaga atau uang, kebaikkannya pasti bakal kembali lagi padamu. Misalnya, saat waktumu tersita karena menolong orang lain, Tuhan boleh jadi melancarkan urusanmu yang lain sehingga lebih singkat. Percaya deh!

6. Mengharapkan dia yang bukan jodohmu

Urusan jodoh bisa membuat hidupmu pelik kalau kamu gak ikhlas. Sebagai manusia biasa dengan segudang perasaannya, kamu memang perlu waktu untuk move on. Ini yang perlu digarisbawahi, beda antara proses move on dan masih berharap. Saat hatimu masih menyimpan harapan pada dia yang sudah Tuhan jodohkan dengan orang lain, saat itulah jiwamu gak lega.

Kamu seolah membiarkan perasaanmu merusak hidupmu sendiri. Setiap detik kamu mengharapkannya, adalah detik dimana kamu menyakiti hatimu. Sadarilah itu. Dalam hidup ini, Tuhan memang gak mengabulkan semua yang kamu inginkan. Itu karena Tuhan ingin kamu belajar sabar dan berserah kepadaNya. Tuhan ingin kamu selalu mendekat dan memohon kebaikkan hidup.

7. Terus mengingat keburukan orang lain padamu

Bayangin aja kalau hinaan, cibiran atau perlakuan buruk orang lain itu menjelma jadi sekantong kentang yang kamu bawa terus kemana pun kamu pergi. Semakin lama kamu membawanya, kentang itu bakal busuk dan mengeluarkan bau yang menyengat. Setiap langkahmu bakal tersiksa karena harus terus mencium aroma busuk itu. Satu-satunya jalan supaya nafasmu kembali lega, tentu dengan membuang kentang-kentang itu, kan?

Itu pulalah yang harus kamu lakukan pada perbuatan buruk orang lain. Relakan saja. Kamu gak usah capek-capek membalas kok, sebab tindakan buruknya pasti akan kembali padanya suatu hari nanti. Ringankan hatimu dengan memaafkan, itu jauh lebih baik dan melegakan.

Itulah beberapa hal dalam hidup yang bisa membuat jiwamu jauh dari kata lega. Meski yang kamu rasakan cuma satu poin, tetap saja hidupmu bakal terganjal dari perasaan tentram. Karena itu bebaskan jiwamu dengan memaafkan dan mengikhlaskan. Semoga harimu lebih damai ya. (Red)

Sumber : IDN Times



Source link

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
author
Penulis: