Pembelian Beras “Jaseng” Terkendala

Tidak ada komentar 2 views
banner 468x60


SERANG, (KB).- Kerja sama aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli beras Jawara Serang (Jaseng) terhenti. Hal tersebut, dikarenakan pembayaran untuk pembelian beras belum lancar.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, untuk kerja sama beras Jaseng dengan ASN ternyata semangatnya masih belum sama dengan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

“Ada masalah di pembayaran. Bupati ingin mendorong majunya beras produksi petani, petani penginnya ada kepastian bayar hari apa. Selain itu, kadang-kadang ASN pesannya hanya 50 kg hingga 100 kg dan bayar belum lancar,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (14/4/2019).

Ia berharap, PT Agro Serang Berkah (ASB) bisa membantu masalah tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada kesepakatan waktu dan mekanisme pembayaran. “Kami ingin ASB bisa nalangin dulu dari ASN,” ujarnya.

Ia menuturkan, jika belajar dari Kabupaten Pandeglang, di sana pembelian oleh ASN tersebut, diperkuat dengan adanya instruksi bupati. Bahkan, belum lama ini dari BUMD di Pandeglang memesan kantong untuk kemasan berasnya di Kramatwatu untuk 200 ton per bulannya.

Sementara, untuk Kabupaten Serang, ucap dia, yang menjadi kendala juga tidak semua ASN paham jenis beras. Banyak ASN beranggapan beras medium saja sudah baik. Padahal, dengan beli beras Jaseng, mereka mendapatkan beras premium dengan harga murah.

“Justru beras jaseng premium, sebenarnya kalau ASN paham, mereka bisa dapat beras bagus dengan harga murah. Tadinya Jaseng itu melayani ASN dengan kualitas bagus, tapi harga murah. Kalau di supermarket Rp 12.000, ini di bawahnya cuma Rp 9.800 per kilogram,” tuturnya.

Meskipun tidak berjalan dengan ASN, kata dia, saat ini beras Jaseng fokus pada pesanan berskala besar, di antaranya melayani untuk kebutuhan e-Warung yang per bulannya disuplai hingga 400 ton, namun kualitas medium. “Itu setelah pilpres mungkin Mei itu di 200 titik lebih. Harga Rp 10.000 medium bergantung kondisi pasar,” katanya.

Ia menuturkan, kerja sama dengan e-Warung tersebut, berlaku selama dua tahun. Selain it, ada juga kerja sama dengan Bulog. “Katanya Bulog juga mau masuk, tapi koordinasi dari kepolisian juga,” ujarnya. (DN)*



Source link

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
author
Penulis: