Ratusan Burung Ciblek asal Siak Riau Diamankan Petugas saat Akan Diselundupkan ke Pulau Jawa

banner 468x60


Petugas BKPC ketika mengamankan burung Ciblek dan lainnya yang akan diselundupkan ke Pulau Jawa. (Istimewa)

Cilegon- Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan burung Ciblek, Cucak biru hingga gelatik wingko yang berasal dari Kabupaten Siak, Riau, Jumat, 15 Maret 2019.

Aksi penyelendupan ini terbongkar setelah Tim Intelligence Collaboration (Intellect) yang terdiri dari petugas Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon (BKPC) dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak melakukan pemeriksaan terhadap beberapa kendaraan yang melintas di Pelabuhan Merak. Saat memeriksa salah satu mobil yang dikendarai S (46) dan empat kerabatnya petugas menemukan tumpukan dus dan kotak yang disimpan dikursi bagian belakang dengan ditutupi kain.

Ketika diperiksa dus dan kotak yang sudah bertumpuk tersebut berisi ratusan burung dari Pulau Sumatera yang akan dijual ke Pulau Jawa tanpa dilengkapi persyaratan karantina di area asal.

“Ratusan burung ini berasal dari Kabupetan Siak Riau, tapi diambil dari Pulau Sumatera yang rencanya akan dijual pelaku ke daerah Kendal, dengan menggunakan mobil jenis Jeep” jelas Kepala BKPC Raden Nurcahyo.

Raden menyebutkan beberapa burung yang berhasil diamankan yakni 16 ekor burung tledekan, colibri 17 ekor, cucak ijo mini 12 ekor, cucak ranting 4 ekor, ciblek 472 ekor, pentet 2 ekor, kacer 1 ekor, cucak biru 4 ekor dan gelatik wingko 42 ekor.

“Sehingga total keseluruhan 570 ekor. Untuk cucak ijo dan cucak ranting keduanya merupakan burung yang dilindungi,”bebernya.

Baca Juga: Mengandung Bakteri, 300 Kg Bibit Sawi Dimusnahkan Balai Karantina Pertanian Soetta

Guna kepentingan penyelidikan saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh penyidik karantina. 

Pelaku diduga melanggar pasal 31 ayat (2) Jo. Pasal 6 huruf (a) dan huruf (c) Undang Undang RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. 

Editor: Fariz Abdullah



Source link

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
author
Penulis: