Terjangkit Penyakit, Sapi Ras Bali Dibakar BKP Kelas II Cilegon

banner 468x60


Petugas BKP Kelas II Cilegon ketika melakukan pemusnahan terhadap satu ekor sapi ras bali yang terjangkit virus. (Iyus Lesmana/BantenHits.com)

Cilegon- Satu ekor sapi ras Bali asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dimusnahkan petugas Balai Karantina Pertanian ( BKP ) Kelas II Cilegon, Senin 11 Februari 2019 malam. Pemusnahan dilakukan petugas dengan cara dibakar pada suhu tinggi pada alat bakar incenerator.

Kepala Balai Karantina Kelas II Cilegon Raden Nurcahyo Nugroho mengungkapkan mulanya sebanyak 64 ekor sapi akan didistribusikan menuju Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, 31Januari 2019 lalu. Sebelum didistribusikan sapi yang berasal dari Bekasi ini menjalani pemeriksaan. Hasilnya satu ekor sapi ras bali diketahui menderita penyakit Zoonosis Brucellosis.

“Dari 64 sapi yang kami periksa, 2 diantaranya positif RBT (Rose Bengal Test). Sampel darah dua sapi itu kemudian kami kirim ke laboratorium Bvet (Balai Veteriner) Subang dan Balitvet (Balai Besar Penelitian Veteriner) Bogor untuk uji CFT (Complement Fixation Test). Hasilnya, satu ekor terdeteksi positif berpenyakit Brucellosis,” ujar Raden, Selasa, 12 Februari 2019.

Raden membeberkan, Brucellosis sendiri merupakan penyakit bakterial yang mudah menginfeksi hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Perlu diketahui di Indonesia, Brucellosis paling umum ditemukan dan sering dikenal sebagai penyakit keluron menular.

”Penyakit ini dapat ditularkan ke manusia atau bersifat zoonosis. Brucellosis jika terkena pada manusia akan menyebabkan demam yang undulans atau naik-turun. Bahkan mampu menyebabkan keguguran pada wanita hamil,” ujarnya.

Raden menambahkan sapi yang di temukan terjangkit Brucellosis berasal dari wilayah Kupang, dimana pada wilayah tersebut merupakan wilayah endemik Brucellosis. Dengan demikian pihaknya akan memberitahukan tentang temuan ini kepada Balai Karantina wilayah Kupang.

“Tentu kami akan beritahukan tentang temuan ini. Namun begitu, meskipun sapi berasal dari Kupang, bukan berarti sapi ini divonis mengidap Brucellosis dari sana. Bisa jadi sapi tersebut tertular di perjalanan,” bebernya.

Untuk diketahui sebelum dilakukan pemusnahan terhadap sapi yang terjangkit Zoonosis Brucellosis  petugas BKP terlebih dahulu melakukan penyembelihan sapi dengan cara yang khusus.

Penulis : Iyus Lesmana

Editor : Fariz Abdullah





Source link

Pencarian Terkait

Email Autoresponder indonesia
author
Penulis: